Nusantara yang Sehat dengan Nusantara Sehat


Di Selasa pagi 19 Juli 2016, saya menuju Kantor Kemenkes Rasuna Said, Gd. Adhyatma Ruang Dr. Johannes Leimena. Kementrian kesehatan mengadakan diskusi yang dihadiri oleh para dokter, mahasiswa kedokteran, dan blogger. Diskusi yang mengangkat tema “Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional” ini dimoderatori oleh Kang Maman Suherman. Bersama Drg. Usman Sumantri, Msc., Kang Maman membuat diskusi menghangat
ketika peserta mulai mengajukan pertanyaan dan pendapatnya mengenai program Nusantara Sehat. Jumlah dokter di Indonesia sudah sangat banyak, hanya saja belum merata, seharusnya 1 dokter bisa memegang 2.500 pasien BPJS. Namun kenyataannya, justru para dokter membuka izin praktik sendiri-sendiri dan enggan bertugas di lokasi DTPK (Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan) dan DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan). Padahal untuk mewujudkan Nusantara Sehat dibutuhkan dokter dan tenaga kesehatan untuk di daerah, namun yang melamar hanya sedikit dan yang lolos seleksi pun sedikit karena ketatnya penyaringan.

Mari Sabrina Purba, dokter yang ditempatkan di Boven Digoel, Papua. Sebelum kedatangannya, puskesmas di sana mati atau tidak aktif, para penduduk lebih memilih berobat ke Papua nugini atau negara tetangga dibanding di Indonesia yang adalah negaranya sendiri. Sebelum bertugas, tim nusantara sehat ini dilatih dahulu selama sebulan. Firman Budi Setiawan tugas di Papua, juga dokter dari nusantara sehat. Keduanya hadir dalam diskusi ini, membahas karier dokter di Indonesia, berbagi pengalaman susah senang selama menjadi tim Nusantara Sehat. Sebenarnya jalur apapun yang dipakai itu baik, tidak sedikit dokter yang merasa bahwa tim Nusantara Sehat di’anak emaskan’ oleh Kementerian, namun di balik itu semua, para tenaga ahli ini mulai bingung harus ke mana setelah masa tugas berakhir, karena hanya selama 2 (dua) tahun mereka menjadi tim Nusantara Sehat.


Apa sih nusantara sehat itu?

Nusantara sehat ini adalah program yang dibentuk oleh Kemenkes guna mewujudkan kebijakan penguatan pelayanan kesehatan primer. Dalam penguatan pelayanan kesehatan ini mencskup 3 hal:

  1. Pembenahan infrastruktur
  2. Pembenahan fasilitas
  3. Penguatan tenaga kesehatan selain dokter

Peserta dari tim nusantara sehat ini adalah para profesional dengan latar belakang kesehatan, seperti Dokter, Dokter gigi, Perawat, Bidan, Ahli teknologi laboratorium medik, Tenaga kefarmasian, tenaga gizi, Teanaga kesehatan lingkungan, dan Tenaga kesehatan masyarakat yang siap sedia ditempatkan di lokasi DTPK dan DBK selama 2 (dua) tahun.

Apa saja program nusantara sehat?
Nusantara sehat merupakan usaha kesehatan yang preventif, promotif, dan kuratif melalui penugasan khusus para tenaga ahli kesehatan di DTPK  dan DBK. Nusantara sehat ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di wilayah tersebut. Secara khusus nusantara sehat ini bertujuan, antara lain:

  1. Memberikan pelayanan kesehatan di daerah terpencil
  2. Menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan
  3. Menangani masalah kesehatan sesuai kebutuhan daerah yang ditentukan
  4. Meningkatkan ketersediaan tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di daerah DTPK dan DBK
  5. Penggerakan pemberdayaan masyarakat
  6. Pelayanan kesehatan yang terintegrasi
  7. Peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan

Bagaimana menjadi tim nusantara sehat?
Perlu dikatahui bahwa pendaftaran untuk menjadi tim nusantara sehat ini dilaksanakan 2 periode setiap tahunnya secara online di www.nusantarasehat.kemkes.go.id

Persyaratan administrasi untuk pendaftaran sebagai tim nusantara sehat adalah sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Usia maksimal 30 tahun kecuali dokter dan dokter gigi 35 tahun
  3. Belum menikah dan bersedia tidak menikah minimal 6 bulan pertama penugasan
  4. Sehat jasmani dan rohani
  5. Bebas narkoba
  6. Berkelakuan baik
  7. Mempunyai Surat Tanda Registrasi yang masih berlaku
  8. Bersedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan

Alur seleksinya adalah sebagai barikut:

  1. Registrasi online melalui www.nusantarasehat.kemkes.go.id
  2. Seleksi tahap 1 (seleksi administrasi)
  3. Pengumuman lulus seleksi tahap 1
  4. Seleksi tahap 2, yaitu psikotest, focus group discusion, dan wawancara
  5. Pengumuman lulus dan diterima
  6. Pembekalan
  7. Penempatan

Penempatan tim nusantara sehat ini tersebar di 15 provinsi, 48 kabupaten atau kota, dan 120 puskesmas DTPK dan DBK di seluruh Indonesia. Inilah sedikit tentang Nusantara sehat dan karier para tenaga ahlinya. Silakan kunjungi dan hubungi di situs dan nomor berikut:

Facebook: Nusantara Sehat
Twitter: @Nusantara_Sehat
Email: nusantarasehat@kemkes.go.id
Telepon: 021-7245517 ext. 6008
Fax: 021-7258616
Halo Kemkes: 500567

Ki-ka: Drg. Usman Sumantri, Msc., Kang Mamah Suherman

Mari Sabrina Purba

Firman Budi Setiwan

Komentar