Optimasikan Media Sosial dengan Mutu

Bulan puasa enggak boleh jadi alasan untuk males-malesan beraktifitas, seperti hari kedua puasa, tepatnya Sabtu tanggal 28 Mei 2017 saya menghadiri undangan dari komunitas ISB di bilangan Jakarta Selatan tepatnya di Bebek Dower Plaza Festival. Tenang aja, kita mulai menjelang waktu berbuka, bukan di siang hari. Hihihi

Ini ketigakalinya saya hadir di blogger gathering ISB bareng CNI. Kali ini temanya adalah tentang content, tapi dibagi dua. Ada search content & social content, apa bedanya? Baca terus untuk tahu apa dan bagaimana. Seperti biasa, acara dibuka oleh Mas Gusti Alendra dari CNI.

Mas Gusti Alendra

Mas Gusti jelasin tentang CNI, Gaes. Tahu nggak kenapa? Karena di luar sana enggak sedikit yang mengira kalau CNI itu sudah enggak ada, makanya acara yang pakai hestek #CNIMasihAda? ini mengingatkan kembali bahwa CNI masih ada dan besar, kalau enggak percaya teman-teman bisa kunjungin GeraiCNI.com untuk beli produk-produknya CNI. Sampai tahun 2017 ini, CNI sudah berusia 31 tahun, dari saya belum lahir ternyata CNI sudah ada. Saya baru tahu kalau ternyata CNI ini pemiliknya 4 orang dan semuanya asli Indonesia, Bandung tepatnya. CNI enggak cuma ada di Indonesia, kantornya udah tersebar di luar negeri juga, di antaranya Thailand, Brunei Darussalam, juga Hong Kong. Di Indonesia sendiri, CNI punya 21 cabang. Nah, bisa dipastikan, kan, kalau CNI itu masih ada, masih exis.

Lanjut memasuki acara inti, ada Mas Niko Digital Marketing Specialist dari CNI sebagai pembicara pertama membahas tentang search content & social content. Bedanya adalah search content itu gimana caranya artikel atau web kita ada di top rank google. Kalau social content adalah kualitas dari isi artikel atau web kita, Gaes. Salah satu cara biar artikel kita masuk top rank google, caranya dengan SEO (Search Engine Optimization). Kalau web atau artikel kita ada di urutan yang jauh pada google, coba cek SEO-nya. Kenapa SEO? Karena biasanya bukan konten kita yang bermasalah tapi strateginya, seandainya artikel kita enggak ada di top rank google. Apa, sih, SEO? Cek di google, ya. Hihihi.

Mas Niko Riansyah

Penting juga untuk bikin web kita gak berat, kalau berat, pengunjung bakal keluar lagi karena loading-nya lama. Web berat itu maksudnya ukuran pixel foto yang besar, template yang terlalu ramai, dan sebagainya. Mungkin walau maksud kita biar tampilan web enggak monoton, ya, tapi kalau imbasnya ke pengunjung mendingan urungkan niat buat hias ini itu di website. Web loading, sih, wajar. Tapi, maksimal 5 detik, yes, kalian enggak salah baca, lima detik, karena kalau lebih dari itu, pengunjung web kita pasti bete.

Untuk content terkini, kita bisa cari di google tentang apa sih yang lagi hits saat ini. Tapi jangan paksakan juga kalau kita enggak tahu apa-apa tentang sesuatu yang lagi hits itu. Bisa, sih, menulis dari sudut pandang yang tidak tahu untuk mencari tahu, bukan sudut pandang yang sok tahu atau asal tebak aja, nanti bisa jadi hoax. Selain itu, nulis juga harus enak dibaca sama audiens kita, tetap ikutin permintaan pasar, jangan semaunya sendiri. Misal targetnya adalah generasi milenial, buat bahasa yang digunakan sesuai dengan masa kini, dan jika sasaran adalah generasi X jangan sekali-kali pakai bahasa gaul yang sekenanya, karena mereka akan mengecap kita sebagai content creater yang enggak sopan.

Nulis content apa pun enggak masalah, yang penting tetap pakai gaya kita dan sesuai dengan audiens, buat tulisan yang mengalir dan enak dibaca, sampai saat ini pun saya masih terus belajar, seriusan, deh, itu enggak gampang. Huhuhu.

Orang-orang biasanya cari artikel yang memberikan pilihan, seperti tips, lokasi, langkah-langkah, atau gaya hidup. Nulis itu tujuannya untuk berbagi, jadi bagilah sesuatu yang bermanfaat dengan penyampaian yang asik. Biar artikel kita gampang dicari, setiap bikin content, selalu buat keyword yang unik, juga yang sering dicari sesuai dengan artikel tersebut.

Enggak ada yang instan, semua ada formulanya. Begitu juga untuk social content yang baik. Search content juga gitu, pasti awalnya di urutan bawah, kalau rajin berlatih pasti bisa mencapai peringkat 1 google atau setidaknya ada di halaman pertama hingga ketiga.

Sebisa mungkin manfaatkan semua fungsi di web kita. Pakai widget dan gadget yang tersedia, juga link dengan semua sosmed. Pencarian mesin google dan mesin media sosial itu beda banget. Misal tulisan kita di sosial media naik terus, belum tentu di google juga naik. Nah, gitu, deh, ulasan search content & social content dari Mas Niko, jadi tahu banyak, nih, saya.

Sesi kedua pembicaranya Yonna Kairupan, wanita cetar yang satu ini biasa dipanggil MaYo alias Madam Yonna. Hmmm. Baiklah, Madam. Baru di awal saja sudah disuguhkan, “Grow your YouTube channel NOW!” semangatnya itu, lho, membakaaar.

MaYo ini founder Indonesian Female Blogger yang juga make-up artist, dan celeb sosmed manager. Hmmm. Jadi, Gaes misalnya ada akun artis yang agak hmmm gimanaaa gitu, bisa jadi itu kerjaan MaYo yang lagi nyolek wartawan biar si artis kesorot lagi. Untung aku udah HITS. #uhuk

MaYo

Gaes, kata MaYo orang-orang pada males buat video YouTube dengan banyak alasan yang bisa dipatahin, lho.

  • Satu, alasannya sudah banyak content creater YouTube, jadi males. Padahal faktanya YouTuber itu enggak sebanyak itu, masih terhitung sedikit, lho, jumlah content creater YouTube.
  • Dua, enggak punya uang. Hmmm. Alasan yang ini biasanya kalau dikasih saran, langsung pada keluarin dalilnya masing-masing, deh. Padahal dasar dari segala hal itu, kan, niat.
  • Tiga, enggak punya waktu. Kita semua sama, lho, punya waktu 24 jam, kan, tinggal gimana ngaturnya aja, iya nggak?
  • Empat, enggak punya koneksi. Bisa koneksi internet atau koneksi orang-orang terkenal. Kan, sudah dibilang, ya, di poin dua kalau semuanya didasari dari niat. Semuanya juga pakai proses, semua ada formulanya (bukan iklan).
  • Lima, ide sudah dipakai orang lain. Itu enggak bisa dijadikan alasan, deh, tetap buat saja karena setiap orang pasti ada bedanya, punya cirinya masing-masing.

Sebelum memulai itu semua, biar channel YouTube kita jelas brandingnya, enggak berantakan ke mana-mana, cari tahu dulu tujuan kita apa bikin video YouTube ini. Misalnya mau kasih informasi tentang fashion, teruslah bahas fashion, suka musik coba buat video cover lagu pakai alat musik yang bisa kita mainkan, dan lain sebagainya.

Terus selanjutnya, ketahui dulu siapa diri kita. Kekuatan dan kelemahan kita, jangan selalu menganggap kekuatan adalah kekuatan dan kelemahan adalah kelemahan, karena bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya. Setelah tahu siapa diri kita, fokuslah ke niche kita itu apa dan siapa, kek channel saya segmennya anak kece. #uhuk

Kalau kita buat video sesuai dengan apa yang sedang hits, viewer pasti meningkat drastis dan kalau video kita bagus bakalan nambah subscriber. Sudah dibuktikan sama MaYo, ketika beliau upload video harlem shake, viewers dan subscriber-nya meningkat drastis. Penting juga yang disampaikan MaYo, bahwa mau buat video apapun tetap jangan keluar dari branding kita. Misalnya kita branding sebagai fashion blogger, terus mau review gadget, tetap bisa dengan sudut pandang kita sebagai fashion blogger dengan menggunakan gadget tersebut. Jadi, jangan hanya bahas gadget-nya, tapi tetap bahas fashion yang disisipkan tentang gadget yang kita review.

Pesan yang disampaikan dalam video harus jelas dan content-nya fokus ke produk, enggak melebar ke mana-mana. Biar fokus, dalam buat video bisa dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar tema. Kalau mau review jangan selalu sebut detail produk, enggak perlu menjadi yang ahli banget padahal itu bukan branding kita. Jadi, beauty blogger enggak perlu sebut detail tentang gadget, dan blogger traveler enggak perlu sebutin satu-satu komposisi pada produk perawatan kulit, cukup kasih alasan kenapa audiens harus punya dan menggunakan produk tersebut.

Bikin video ini yang penting kita dercaya diri dan jangan jiper, takut, malu, dan merasa enggak mampu. Kan, udah tahu tujuan kita buat video di YouTube itu apa, jadi lakukan saja layaknya profesional, karena yang nonton video kita itu pasti ngeluarin kuota, enggak ada salahnya dong kasih yang terbaik buat mereka.

Bikin video itu enggak harus rame-rame, sama si ini si itu. Mulai saja sendiri, kalau nunggu ini itu, enggak akan mulai. Awal-awal bikin video jangan terpengaruh apa pun, harus karena keinginan sendiri, jangan nungguin sponsor, sponsor enggak akan pakai kita kalau enggak ada yang bisa dilihat atau dijadikan portfolio, kan?!

Dalam melakukan apa pun kita harus disiplin, jangan nanti-nanti atau mengubah jadwal semaunya kecuali penting banget dan enggak bisa di-cancel atau dihindari. Kenapa harus disiplin? Biar channel kita dipromosikan sama YouTube. Kalau kita buka YouTube itu pasti di beranda ditampilkan video-video yang disarankan. Nah, itu karena channel tersebut konsisten upload video. For Your Info, YouTube cuma mau channel yang bisa membawa orang-orang ke youTube dan kembali ke YouTube.

Penting, nih, buat orang-orang yang pengin hits. Kalian harus siap punya haters, kalau enggak siap, ya, sudah jangan harap kalian akan hits. Biar hits juga, setelah upload video, link-nya share di semua akun sosmed yang kalian punya, tapi jangan cuma share doang, harus pro aktif juga dong biar dikenal, jangan belagu enggak mau interaksi, enggak mau komen, like, atau sharing sama teman lain. Karena, dijamin video kamu bakalan sepi juga.

Just be yourself, biar video kamu natural, asli banget nunjukin diri kita sesungguhnya, enggak dibikin-bikin. Kalau aslinya kamu ceria, buatlah di video itu imej kita yang ceria juga, enggak usah jaim.

"SO, LET’S DO THIS NOW!" Jadi kalimat penutup dari MaYo.

Cie, akoh menang live tweet.

Komentar

  1. Acara yg keren bgt ini, sayangnya aku ga ikut. Apalagi ada madam yonna, aku suka liat youtube nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru banget, Bu. MaYo orangnya rame.

      Hapus
  2. Iya, dl pernah denger cni, ternyata masih ad ya..
    Masih belum paham sama seo mbak, bukan pengertiannya, tp lebih ke pengaplikasiannya?
    Kalimat penutupnya apik..,SO, LET’S DO THIS NOW!
    Klo ga sekarang kapan lagi ya mbak? Hehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Materi tentang SEO banyak kok di gugel, Cek deh Mbak, bertahap aja lakuinnya.

      Hapus
  3. setuju mbak, berkat acara ini saya jadi pengen seriusin channel youtube
    biasanya, kalau diupload jarang2 sih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa sama aku pun. Males ngeditnya. Hahahah

      Hapus
  4. Wah bener banget tuh, aku juga suka males kalo mau buka blog orang trus lola. So jadi pindah ke lain hati deh haha. Noted ahh dari Mayo jadi kepengen bikin satu channel youtube yang bertema satu aja about fashion atau dunia wanita haha sekalian narsisnya gaes wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kakak ootd, keluarin semua baju di lemari.

      Hapus
  5. Perlahan harus jadi YouTuber juga nih, ke depan soalnya tak hanya tulisan saja yg dilihat

    BalasHapus
  6. Pertanyaan tadi sering tuh saya jumpai di pikiran, dan kadang saya abaikan, tapi skrg akan saya coba jawab biar makin 'bener' make yutub hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh kakak hits, kau rajin bikin vlog

      Hapus
  7. Jadi banyak pelajaran ikut acara ini. Di sosmed juga harus bisa membuat bahasa yang menarik, terutama dalam share konten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, jangan cuma pinter cari sensai kayak si anu. Hihihi

      Hapus
  8. nanggung banget mau kasih inpo.. jelasin SEO itu apa.. malah disuruh browsing lagihh.. hmm

    btw aktifitas = aktivitas

    BalasHapus
  9. kalau pendiam dan pemalu kayak saya ginih gmana ya gaya yang pas buat ngevlog?

    BalasHapus
  10. ikh malah kepo akunya yang artis pengin disorot wartawan, yang cari sensasi gitu? :D
    akuuuh lagi belajar Vlog juga, semoga bisa konsisten :D

    BalasHapus
  11. Duuh jadi pengen aktif di youtube juga deh baca ini. selama ini aku juga termasuk yang banyak alasan itu *ngumpet hahahah

    BalasHapus
  12. Horehhhhhh yg dapat ilmu dan menang laiptuit :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar. Akan saya komen balik di blog Anda. Salam. :)