"Nyai Ahmad Dahlan" Ibu, Guru, Sahabat

Sudah bulan Agustus yang artinya sebentar lagi NKRI akan merayakan hari jadinya yang ke-72. Seperti tahun-tahun sebelumnya pasti seluruh Indonesia akan merayakan dengan berbagai perlombaan, dekorasi-dekorasi cantik, dan sebagainya yang melambangkan kemenangan dan keceriaan.

Dok. Google

Nah, tahun ini ada yang berbeda. Tanggal 3 Agustus 2017 di Mampang Square, IRAS FILM konferensi pers mempersembahkan sebuah film biopik. Film biopik adalah film yang mengangkat biografi seorang tokoh atau sosok yang layak untuk kita ketahui. Sosok kali ini memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan NKRI, tidak terlalu dikenal namun organisasi bentukannya masih ada hingga saat ini. Beliau adalah Ibu Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan, istri dari Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Nyai Ahmad Dahlan yang merupakan tokoh perempuan dari Kauman, Yogyakarta adalah pelopor, dan penggerak. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, Nyai Ahmad Dahlan membangun gerakan perempuan 'Sopo Tresno' yang kini bernama Aisyiyah. Dengan kecerdasannya pula Nyai Ahmad Dahlan menjadi perempuan pertama yang memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926.

Dalam film ini Tika Bravani kembali menunjukkan bakat seni perannya sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Tika Bravani dipilih karena pertimbangan-pertimbangan matang berdasarkan peran di film-film sebelumnya. Film besutan sutradara Olla Ata Adonara ini diharapkan bisa menjadi tuntunan, akan tayang perdana pada 24 Agustus mendatang. Nama sang sutradara mengingatkan saya tentang tanah mahar gading. Hihihi.

Pembuatan film juga sangat didukung oleh keluarga besar Kyai Haji Ahmad Dahlan, dibuktikan dengan ikut sertanya mereka berperan dalam film dan pakaian-pakaian yang digunakan Tika Bravani adalah asli milik Nyai Ahmad Dahlan. Jika diperhatikan dalam salah satu posternya (bukan poster di atas), kerudung yang dikenakan Tika Bravani memiliki desain yang unik, sempat ditanyakan pula oleh salah seorang teman Blogger. Ibu Dyah Kalsitorini mengatakan bahwa kerudung tersebut adalah khas wanita Kauman, karena sebenarnya di zaman itu kerudung masih dikenakan seperti selendang atau sekadar menutupi bagian rambut, belum seperti penggunaan jilbab saat ini.

Untuk mendapatkan semua informasi mengenai sosok Nyai Ahmad Dahlan ini diperlukan riset selama 6 (enam) bulan, selama itu pula Ibu Dyah Kalstorini yang lulusan Arkeolog UGM ini didampingi pihak keluarga besar Nyai Ahmad Dahlan. Film ini juga diberian soundtrack yang liriknya cukup bagus ciptaan Izzul Muslimin, dan dibawakan oleh Rara Tarmizi dengan apik. Diharapkan hadirnya film Nyai Ahmad Dahlan dapat membawa kebaikan bagi para penonton.

"Perempuan sebagai pendamping suami, memiliki hak untuk pintar." -Nyai Ahmad Dahlan-

Para cast dan crew

Rara Tarmizi

Judul film: Nyai Ahmad Dahlan
Pemain: Tika Bravani, David Chalik, Cok Simbara, Della Puspita, Rara Nawangsih, Egi Fedly, Malvino Fajaro, Inne Azri.
Sutradara: Olla Ata Adonara
Executive producer: H. Asrul Azis Taba, Hj. Irmawati Mochtar
Producer: Dyah Kalsitorini, Widyastuti
Skenario: Dyah Kalsitorini
Editor: Bimmo Dj, Safira, John Wayne
Music: Tya Subiakto

(Ki-ka): Rey, Cok Simbara, Penulis

Official trailer - Nyai Ahmad Dahlan



OST. Nyai Ahmad Dahlan - Cinta Melampaui Zaman


Komentar

  1. Tika Bravani, wow. Selalu suka dengan aktingnya. Nyai Achmad Dahlan tidak sepopuler Kartini tp kisahnya pasti tak kalah menariknya dg cerita Kartini. Harus nonton ini mah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar. Akan saya komen balik di blog Anda. Salam. :)