Pahat Aksaramu dengan Hati dan Pengetahuan

Komunitas blogger Indonesian Social Blogpreneur (ISB) tak hentinya memberikan berbagai ilmu melalui gathering-gathering dengan tema yang ilmu banget. Aku hampir selalu daftar di acara gathering ISB. Salah satunya itu tanggal 15 Februari 2018 kemarin yang berlokasi di JSC Hive Coworking Space Setiabudi. Mengusung tema 'Menulis Dengan Cinta Bersama Dini Fitria', aku antusias banget dari awal daftar, dan bahagia akhirnya terpilih sebagai peserta. Hihihi.

Bahasnya, kan, tulisan dan menulis, selain di blog sendiri, kita bisa nulis di C2live dan backlink ke blog kita. C2live punya website yang isinya banyak banget, bisa cek di C2live.com. Seperti Dedy Huang, Koko Huang ini punya tulisan di website C2live dan si Koko Huang dinobatkan sebagai salah satu blogger dengan tulisannya yang kece.

Mas Enricko dari C2live

Hari gini kerja di media sosial harus bisa ini itu, karena lebih mengandalkan visual, kita dituntut juga untuk menyajikan gambar atau foto-foto yang terbaik, baik foto landscape, objek, situasi acara atau peristiwa, dan bahkan foto kita sendiri. Banyak teman-teman blogger yang gayanya aduhai, fashion-nya cetar kalau difoto ya bagus banget gitu, walau sampingnya tong sampah. Aku mah apa, gitu-gitu saja. Hihihi. Senang banget karena salah satu sponsor gathering kemarin itu SHAFIRA, salah satu brand hijab yang eksis sejak 1990 hingga kini. Jadi SHAFIRA ini mengajarkan cara memakai hijab yang simple tapi tetap keren untuk bepergian.

Sepak terjang SHAFIRA disampaikan oleh Mbak Shally, berawal dari perpaduan tradisional dan modern, SHAFIRA telah menjadi partner Swarovski, dan di tahun 2017 mengikuti Dubai Sparkling Couture dengan 55.000 crystal Swarovski. Aku enggak kebayang itu, sayang-sayang pakainya. Hahaha. Oh, ya, yang jadi model hijab itu Mbak Hayya, seperti ini hasilnya, cantiiik, ditambah polesan lip paint dari Zoya Cosmetics, bakalan makin kece.



Sekarang, kenalan dulu sama Dini Fitria. Mbak Dini ini dikenal oleh banyak orang sebagai pembawa acara Bolang dan salah satu acara Ramadan di Trans7. Kalau yang sering menonton televisi pasti sudah enggak asing dengan Mbak Dini. Melalui pekerjaannya itu, Mbak Dini Fitria sudah menjelajah ke mana saja, dalam dan luar negeri, dalam dan luar kota, juga ke keluar masuk pedalaman juga hutan.

Dari sekian banyak negara yang sudah disinggahi, ada satu negara yang enggak mau lagi didatangi, yaitu India. Menurutnya di sana enggak nyaman banget, sampai-sampai Mbak Dini bilang kalau bisa hidup di India berarti bisa hidup di mana saja. Wow! Sampai segitunya, lho, apakah separah itu? Aku jadi penasaran pengin ke negaranya Shah Rukh Khan. Hihihi.

(Ki-ka): Mbak Shally - SHAFIRA, Teh Ani Berta - Founder ISB - Mbak Dini Fitria (dok. ISB)

Tapi, ternyata takdir berkata lain, setelah ke India di tahun 2011, Mbak Dini kembali lagi ke India tahun 2016. Hmmm. Jadi, kata Mbak Dini hati-hati kalau berucap. Huhuhu. So, balik ke menulis, Mbak Dini ngasih materi kece tentang menulis feature stories

Ciri-ciri feature stories:
  1. Bertutur
  2. Deskriptif - Menuliskan dengan jelas dan detail suatu tempat, peristiwa, atau subjek.
  3. Informatif - Berisi banyak informasi mengenai suatu tempat, peristiwa atau seseorang.
  4. Gaya penulisan - Menarik untuk dibaca, tidak membosankan.
  5. No need exactly 5W+1H
  6. Human of interest

Dari ciri-ciri itu, kita tahu lah ya gimana feature stories yang dimaksud dan sesuai keinginan pembaca. Feature stories itu biasanya untuk menuliskan perjalanan travelling, biografi, sejarah, di balik layar, petunjuk, juga tulisan ilmiah. Jenis-jenis tulisan itu membutuhkan deskripsi, penulisan dan penjelasan yang gamblang. Karena biasanya orang-orang mendapatkan informasi yang jelas itu dari tulisan feature stories.

Feature stories ini menurut aku adalah tulisan yang sangat membantu, karena bisa memberi pencerahan semacam motivasi, atau petunjuk ke suatu tempat, dan penjelasan secara ilmiah tentang suatu hal. Setiap tulisan itu memberi manfaat, selalu ada sisi positifnya. Feature stories adalah tulisan yang menunjukkan, bukan mengajarkan, dan mengajak pembaca berimajinasi dengan deskripsi dalam tulisan.

Ice Breaking dulu bareng Mas Jun


Teknik Menulis Feature Stories:
  1. Lead in angel
  2. Point of view - Bisa pakai sudut pandang pertama, kedua, atau ketiga.
  3. Karakter menulis
  4. Bahasa rapi dan terjaga - Seperti konsisten menggunakan kata ganti Aku atau Saya.
  5. Lihai bermain kata - Agar tetap enak dibaca, dan tidak membosankan.
  6. Banyak diksi - Kosakata yang banyak membuat kita mudah menuangkan pemikiran dalam tulisan dengan kata-kata yang ringan dan mudah dipahami.
  7. Edutainment
  8. Full of value
  9. Hati dan jiwa - Menulis itu bukan tentang bakat dan minat, tetapi juga latihan dan menulislah dari hati.

Teng, teng, teng
Hiyaaa, masuk jam makan siang, sesi seru Mbak Dini Fitria harus dipotong dulu. Makan siang sudah disiapkan oleh Mas Enricko yang didatangkan dari Kulina. Hah? Apaan, itu? 

Jadi, Kulina itu semacam catering, tapi khusus makan siang. Enak, murah, dan mengenyangkan, bayangin, deh, dengan isian nasi putih padat, sepotong ayam betutu, seporsi plecing kangkung, kerupuk, dan sepotong tahu itu harganya Rp 25.000, rasanya juga enak. Kulina ini kita bisa langganan untuk makan siang setiap hari. Pemesanan dilakukan sehari sebelumnya, dan pengirimannya dari dapur terdekat, untuk sementara dapurnya baru ada di wilayah Jakarta saja. Baiklah, aku tunggu yang di Tangerang Selatan, ya, Kulina. Teman-teman yang mungkin tertarik, bisa cek di kulina.id.


Satu jam kemudian setelah ISOMA, lanjut menambah wawasan dari Mbak Dini Fitria. Kalau tadi bicara teknik, sekarang gimana membuat feature stories yang bagus. Perlu diperhatikan dan dilakukan untuk membuat feature yang bagus, yaitu:
  1. Peka - Feature itu bukan cerita aktual dan up to date, tapi menginformasikan suatu hal yang ada atau kita alami dan rasakan.
  2. Jam terbang - Latihan yang banyak, menulis harus dilatih.
  3. Identitas - Tunjukan siapa diri kita dari tulisan, sering latihan akan membuat kita menemukan rasa kita sendiri untuk dikenal orang lain.
  4. Konsisten - Tetap menulis sesuai minat, dengan cara kita sendiri, jangan terpengaruh oleh apapun agar tulisan memiliki nyawa.


Menulis itu bukan untuk penulis, tapi untuk semua orang, siapa pun bisa dan boleh menulis, menuliskan apapun. Karena menulis itu bisa menuangkan segala rasa yang ada, rasa yang enggak bisa diucapkan begitu saja. Ada orang-orang yang menulis saat jatuh cinta, ada yang menulis saat marah dan kecewa, apa pun itu, semua tentang berbagi rasa. Bahkan, tuliskan saja mimpi dan cita-cita di atas kertas, siapa yang tahu bahwa semua akan terwujud seperti apa yang aku alami. Kalau ditanya, menulis atau curhat, aku pilih curhat dengan tulisan.

Untuk menulis, kita juga harus banyak membaca. Bahan bacaan itu banyak banget, bisa buku fisik, e-book, jurnal, karya ilmiah, media massa cetak dan elektronik, juga ribuan pilihan buku di perpustakaan. Kita boleh punya genre favorit, tapi jauh lebih baik kalau kita baca semua genre, karena semua buku dan bahan bacaan memiliki wawasannya masing-masing.

Foto bersama (dok. ISB)

Tulisan yang indah tidak dibuat dalam sekejap mata. -WD-

Komentar

  1. Ketje penulisnya, ketje pengalamannya, ketje ilmu yang di baginya, ketje deh semua pesertanyahhh 😂

    BalasHapus
  2. Bagus ini buat bekal biar makin moncer nulis.

    BalasHapus
  3. Kalau ilmu menulis dengan rasa ini diaplikasikan di memahat aksara baru cocok :))

    BalasHapus
  4. Features story memang harus dipahami dan digunakan oleh seorang penulis ya mbak

    BalasHapus
  5. Menulis memang butuh penghayatan. Ga bisa asal nulis aja yang penting setor laporan *self reminder

    BalasHapus
  6. Saya belepotan kalo menerjemahkan perasaan ke kata, bingung...

    Tapi ilmu dari mba Dini bermanfaat banget ya, semoga kita bisa menerapkannya, amin!

    BalasHapus
  7. menulis curcol emang gampang ye mbak.. lebih gampang dari melupakan mantan yekan *eeehhh*

    BalasHapus
  8. Acara kesannya santai, tapi ilmunya bergizi banget

    BalasHapus
  9. Saya baru pertama kali join di event ISB. Eh terus ketagihan, soalnya ilmunya ini happening banget mbak.

    BalasHapus
  10. Banyak ilmunya ya. aku malu tulisanku belum seberapa

    BalasHapus
  11. Kalo menulis dengan kaidah Feature Stories pastinya gaya tulisan kita gak monoton ya mba widya

    BalasHapus
  12. Semoga dengan banyak latihan orang bisa mengenali kita lewat bahasa tulisan kita ya mba

    BalasHapus
  13. Menulis dengan hati dan penuh cinta emang gampang-gampang susah ya mba hehe, akupun masih terus berlatih agar tulisan makain enak dibaca hehehe. Ikut Workshop kemarin jadi tercerahkan yes :)

    BalasHapus
  14. "Bisa hidup di India berarti bisa hidup di mana saja." --> suamiku pernah ke India juga bilang begitu wkwkwk

    BalasHapus
  15. Denger cerita Mba Dini ttg India, Mak malah pengen kesono.

    BalasHapus
  16. Bener2 workshop yang berbobot dan penuh manfaat yah mbak..aku dari awal sampe akhir ga berkedip merhatiin materi yang dipaparkan oleh Mbak Dini 😁😁

    BalasHapus
  17. Butuh latihan terus menerus ya, ga bisa instan begitu aja. Saya masih belajar ini cara menulis dengan rasa ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar. Akan saya komen balik di blog Anda. Salam. :)