KIJP: Camp Anak Pulau 2018

Apaan, sih, Camp Anak Pulau? Apakah anak-anak pulau yang lagi camping? Atau kita ke pulau terus booth camp sama anak-anak pulau, atau gimana? 

Itu yang aku pikirkan pas pertama dengar Camp Anak Pulau 2018. Langsung kepoin instagram @JelajahPulauID, terus itu siapa? Itu akun instagram Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau. Komunitas yang peduli pada pendidikan dasar di Indonesia ini sudah berjalan sejak 2014, hingga kini sudah terlaksana 6 batch.

Jadi, camp anak pulau ini dari tanggal 22-25 Maret 2018. Aku hadir di tanggal 24 dan 25, sejujurnya aku masih enggak tahu sama sekali acara itu akan seperti apa, walau sudah dikasih rundown-nya, maklum, yak, aku cuma pernah tahu Kelas Inspirasi dan itu pun di permukaan doang. Hahaha. Setelah lihat sendiri ternyata, ya, memang mirip-mirip.

Matahari t'lah meninggi
Sinarnya jatuh ke bumi
Dan kita siap 'tuk berlari
Berbagi inspirasi
Nanananana nanana
Nanananana nana
Nanananana nanana
Nanananana nana
Berkumpullah di seberang
Hal yang kita rindukan
Karena kita kan berjalan
Menuju senyumnya
Mari bersamaku, temanku
Dendangkan lagunya
Mari bersamaku, temanku
Kembangkan layarnya
Mari bersamaku, temanku
Angkatlah sauhnya
Hey
Nanananana nanana
Nanananana nana

Itu lirik lagu camp anak pulau, nadanya enak, deh, kumasih hafal. Hahaha. Hari kedua alias hari pertama aku datang sebagai relawan blogger, kebayang kikuknya, deh, bakal awkward atau apalah. Pagi-pagi aku ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dekat stasiun Gambir. Sesuai rundown full seharian acaranya di sana.

Pas masuk ruangan Aula Tuna di lantai 15, acara baru dibuka untuk hari itu. Entah kenapa, baru lima belas menit di dalam ruangan, tapi energi positifnya langsung terasa, keceriaan 17 anak kelas 5 SD dari 17 sekolah di 12 pulau yang juga didampingi seorang gurunya dari sekolah masing-masing. Apa yang aku lakukan? Yaaa, foto-fotooo, walau rasanya pengen ikut hore-hore sama mereka. Hahaha.

Sesi pertama workshop bareng Kak Ichan, adik-adik ini diajak berkenalan satu sama lain dengan cara yang asik. Aku lihatnya saja pusing dan geli sendiri, permainannya gini, Kak Ichan kasih bola ke Rahma, terus Rahma harus bilang, "Saya Rahma, saya dapat bola ini dari Kak Ichan, saya akan lempar bola ini ke Hadid." Kemudian Hadid yang menerima bola akan berkata, "Saya Hadid, saya menerima bola ini dari Rahma, Rahma menerima bola ini dari Kak Ichan, saya akan lempar bola ini ke Rusdi." Dan, Rusdi akan mengulang perkataan yang sama, jadi makin lama kita harus ingat nama teman-teman yang sudah menerima bola.

Sosial, Komunitas, Pendidikan
Workshop bersama Kak Ichan (dokpri)

Waktu adik-adik di Aula Tuna, bapak-ibu gurunya pindah ke ruang Teripang. Kenapa dipisah? Soalnya bapak-ibu gurunya dikasih pelatihan tentang cara belajar-mengajar yang kreatif. Aku ikut sebentar sesi yang diisi Mbak Yuni itu. Dasar-dasar komunikasi, sih, tapi cara menyampaikannya asik. 

KIJP, Komunitas, Sosial, Pendidikan, Ilmu Komunikasi
Mbak Yuni (dokpri)

KIJP, Komunitas, Sosial, Pendidikan
Menulis yang diketahui tentang komunikasi (dokpri)

Maaf, Gaes, aku cukup syok ketika Mbak Yuni bertanya apa itu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah ke bapak-ibu guru dan ternyata mereka enggak tahu. Aku jadi mikir, apa iya para guruku dahulu yang cara ngajarnya seperti mendongeng itu mereka enggak tahu juga apa itu komunikasi satu dan dua arah? Kalau iya, artinya ilmu komunikasi itu belum dimiliki oleh sebagian besar tenaga pengajar. Tapi, ya, aku bisa maklum, karena para guru kepulauan tersebut kurang sekali mendapat pelatihan kalau dibanding dengan guru-guru di darat. Yup, kita yang di luar pulau-pulau itu disebutnya masyarakat di darat.

Tapi, ya, harapannya semoga bapak-ibu guru dari pulau ini nantinya bisa mengaplikasikan cara mengajar yang kreatif ke anak-anak murid, dan berbagi ilmu dengan guru-guru lain di sekolah. Oh, ya, walau pesertanya guru dan membicarakan belajar-mengajar, workshop-nya enggak kalah seru sama workshop anak murid. Tetap ada permainan dan canda tawa.

Mereka ini dari 17 sekolah dasar di 12 pulau, ini daftarnya:

  1. Sabira - SD Harapan 02
  2. Tunda - SD Pulo Tunda
  3. Panjang - SD Pulo Panjang dan SD Kebalen
  4. Untung Jawa - SD Untung Jawa 01
  5. Pramuka - SD Panggang 02
  6. Panggang - SD Panggang 01 dan SD Panggang 03
  7. Harapan - SD Harapan 01
  8. Kelapa - SD Kelapa 01 dan SD Kelapa 02
  9. Pari - SD Pari 01
  10. Lancang - SD Pari 02
  11. Tidung - SD Tidung 01, SD Tidung 02 dan SD Tidung 03
  12. Payung - SD Tidung 04

Pulau Sabira itu yang paling jauh jaraknya untuk sampai ke Jakarta, harus melalui perjalanan selama 9 jam di kapal, ya ampun, itu sama dengan perjalan dari Jakarta ke Yogyakarta pakai kereta. Aku kebayang, sih, waktu Mbak Sari bilang mereka itu excited banget pas lihat monas, lihat mobil, dan naik bus. Ya, paham lah, ya, di pulau ke mana-mana jalan kaki juga nyampe, motor mungkin yang ada di sana. Tapi, mereka pasti jago banget berenang, aku mah apa, jangankan laut, kolam renang semeter aja cuma mau main air di pinggir. Kalau ke pantai enggak sanggup jauh-jauh, sepinggang aja udah bagus. Hahaha.

Aku enggak ikutin lebih banyak workshop bapak-ibu guru, aku balik ke aula tuna dan adik-adik sudah diberikan selembar kertas kosong untuk menggambarkan cita-citanya. Cita-cita mereka besar semua, diantaranya ada Rahma yang ingin jadi guru, beberapa ingin jadi pemain bola, dan cita-cita keren lainnya. Setelah menggambarkan cita-cita sama kak Ichan, dilanjut sama sesi sharing dari Puteri Indonesia 2015 Kak Anindya Kusuma Putri

Menggambar cita-cita (dokpri)

Berbagai cita-cita bersama pemilik mimpi (dokpri)

Foto bersama sesi workshop bareng Kak Ichan (dok. CAP 2018)

Siapa yang sangka ternyata Anindya waktu kecil itu tomboy banget, sukanya main bola, temannya cowok semua. Tapi, pas sudah besar bisa jadi Puteri Indonesia, kan keren, yak, memotivasi adik-adik dari pulau.

Dua anak pulau tanya-jawab dengan Kak Anindya (dokpri)

Foto bersama sesi sharing bareng Kak Anindya (dok. CAP 2018)

Sesi selanjutnya itu Creative Fair, jadi ada 4 booth profesi yang akan memfasilitasi adik-adik menyelesaikan tugasnya, sesuai dengan profesi relawan tersebut. Booth pertama itu Musik dengan Kak Dayat, lalu Tari dengan Kak Anti, Art dengan Kak Sao atau Kak Sari atau Mbak Sari, dan booth Sains dengan BuDos Donna dan Kak Eha.

Booth Tari (dokpri)

Booth Art (dokpri)

Booth Musik (dokpri)

Booth Sains (dokpri)

Aku senang banget lihat antusias adik-adik itu, cocok lah mereka lolos seleksi Camp Anak Pulau yang ketat banget itu. Gimana enggak ketat? Mereka harus kelas 5SD, isi formulir pendaftaran yang juga mengisi pertanyaan-pertanyaan tentang Camp, mereka juga diminta untuk menggambar. Relawan KIJP ada yang psikolog, dan mereka akan bantu menilai.

Setelahnya akan terpilih tiga orang terbaik dari setiap sekolah, kemudian akan di-interview sama pihak KIJP, enggak cuma si murid tapi juga bapak-ibu guru yang akan dikirim menjadi wakil. Murid yang berangkat pastinya yang talk active dan pantas mewakili sekolahnya. Kalau untuk bapak-ibu guru, yang memilih adalah kepala sekolah, dipilih yang nantinya bisa menyampaikan apa yang didapat dari Camp ke seluruh tenaga pengajar di sekolah itu.

Foto bersama di Marine Heritage Gallery (dokpri)

Hari ke-3 Camp atau hari ke-2 aku datang malam hari ke kantor pusat pertamina. Ngapain malam-malam? Soalnya di hari terakhir Camp ini adik-adik bakalan pentas seni, dan dihadiri oleh para donatur. Pentas seni yang dimulai jam 7 malam itu diisi seni suara, drama, dan drama musikal. Aseliii mereka keren bangeeet, ya ampun aku bangga. Semakin terpesona ketika ternyata enggak cuma anak pulau aja yang pentas tapi juga ada anak-anak yang tinggal di sekitar stasiun Gambir. Mereka bertujuh, penampilan mereka bikin aku terpukau.

Pokoknya, ya, malam itu aku senang banget, aku selalu tepuk tangan seriuh mungkin, karena mereka emang layak diapresiasi. Namanya hari terakhir, ya, ya gitu deh, haru-biru, sebagian besar yang ada di ruangan mencoba menahan air matanya. Ugh, aku bukan siapa-siapa tapi aku merasakan banget kebahagiaan dan keharuannya.

17 adik-adik pulau di CAP 2018 (dokpri)

Terima kasih buat adik-adik Camp Anak Pulau 2018 dan semua yang terlibat. Ini enggak akan terlupa, energi positif kalian luar biasa, aku senang ada di sana walau sesaat. Aku bangga, di riuhnya kota besar, masih ada tangan-tangan malaikat tak bersayap di antara kita. Aku belajar, bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya bukan lah harta dan tahta, melainkan seberapa berguna kita untuk sebagian yang lain.

Sebagai penutup, aku kasih puisi karya Pak Guru Thoyib yang dibacakan di awal pentas.

Camp Anak Pulau
Menginspirasi dan membahagiakan hati
Terus maju tidak boleh berhenti
Carilah jati dirimu setinggi langit
Untuk membangun pulaumu

Aku bangga menjadi anak pulau
Yang tidak kalah dengan yang di darat
Oh anak pulau
Elok sekali pulaumu
Pulau seperti kapas tiada noda
Anak yang santun penerus anak bangsa

Panitia dan bapak-ibu guru (dokpri)

Panitia dan perwakilan sponsor (dokpri)

Foto bersama (dokpri)



Komentar

  1. Aku merinding bacanya dan mendadak mbrebes mili kangen anak2 itu. Makasih sudah membagikannya yaaaa, Mbak Dewi.

    BalasHapus
  2. Kalau ada bukaan volunter, Mak mau langsung daftar. Pengen bgt terlibat dengan anak anak hebat yang memiliki semangat belajar yg tinggi. Duh jadi penasaran dengan P. Sabira. 9 jam naik kapal? Gmn itu rasanya...

    BalasHapus
  3. seru dan luar biasa banget acaranya ka, jadi pingin juga ikutan camp kayak gini :')

    BalasHapus
  4. Waduh si dede perjalanan seru mengembirakan bersama anak pulau. Happy belajar, nyanyi dan tertawa bersama. Untungnya punya dede yg kocak bisa mencairkan suasana

    BalasHapus
  5. Wah, kudu berpartisipasi nih, kegiatan seperti ini menyenangkan. Berbagi itu seru, anak pulau menyimpan banyak cerita.

    BalasHapus
  6. Seru bgt acara jln bareng anak pulau, jd ngebayangin naik kapal selama 9 jam 😊

    BalasHapus
  7. Suerrr gw pikir Sabira nama anak. Ga tahunya nama pulau ya. Gw baru tahu lhom sama kayak pulau Pramuka juga. Iyess banget nih kementrian kelautan perikanan bikin acara kayak begini. Jadi anak dan muridnya pun bisa belajar dan menambah teman dan ilmu. Yukk kita praktekin menangkap bola versi Rachma dan teman2nya biar mengasah daya ingat haha

    BalasHapus
  8. Suka deh sama acara bertema lingkungan. Mau lha diajak apalagi menjelajah pulau..yuhuuu ga nolak dah :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih jika anda berkenan meninggalkan komentar. Akan saya komen balik di blog Anda. Salam. :)