MITS 25 Hari di Eropa

Siapa, sih, yang enggak kenal Aditya Gumay? Pendiri Sanggar Ananda ini tak perlu dipertanyakan lagi kehebatannya dalam melahirkan para seniman-seniman muda di tanah air. Banyak artis-artis yang lahir dari Sanggar Ananda, baik pemain film, penyanyi, penari latar, dan film-film layar lebar yang tak kalah kerennya. Sejak tahun 2004
hingga 2016, Aditya Gumay telah memproduksi 7 film layar lebar. Tina Toon & Lenong Bocah sebagai produksi pertamanya dan yang terbaru adalah 25 Hari di Eropa.

Pria yang selalu terlihat fresh di usianya yang sudah setengah abad ini mempersembahkan sebuah film drama remaja. Mengisahkan perjalanan 15 orang remaja Indonesia selama 25 hari melintasi 9 kota di 4 negara Eropa yaitu, Belanda, Prancis, Swiss, dan Jerman. Dengan mengemban misi Mencintai Indonesia Tanpa Syarat mereka memperkenalkan budaya Indonesia tari, musik, dan lagu. Tak pernah ada yang mulus di dunia ini, begitu pun timbulnya konflik dalam perjalanan mereka. Percintaan remaja, persahabatan, keluarga, dan masalah-masalah lain yang membuat mereka menjadi banyak belajar dan mengambil hikmah dari semua kejadian yang ada. Dikemas dengan ringan, khas film remaja namun tidak monoton dan mengedepankan semangat nasionalisme.

Jika berpikir film ini hanya tontonan semata, kamu salah bangeeet. Film ini mengedukasi banget, saya suka banget dengan cara Aditya Gumay menunjukkan indahnya Indonesia dari tarian-tarian yang ditampilkan, dan secara tidak langsung film ini mengingatkan kita bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ada Jawa, Sunda, Batak, Minang, dan lainnya. Karakter-karakter yang unik dari 15 remaja ini memberi begitu banyak warna. Berlatar negara di Eropa yang unik dan klasik membuat tidak ingin cepat berpindah ke scene berikutnya. Semakin menakjubkan ketika band HiVi mendukung film ini.

Jangan kira 25 Hari di Eropa hanya menampilkan artis-artis baru, ada pula Atiek Kanser yang begitu sayang pada cucunya, Ferry Salim yang selalu bertentangan pendapat dengan buah hatinya, juga Nungky Kusumastuti sebagai ibu yang sayang keluarga. Kehadiran mereka membuat 25 Hari di Eropa semakin lengkap sebagai tontonan yang menarik.

Saya menyukai peran David yang optimis dan selalu totalitas dalam menggapai cita-citanya. Yoga yang berasal dari keluarga sederhana, namun begitu erat ikatan batin dalam keluarganya. Diana yang agak lemot membuat saya tertawa dengan tingkahnya yang unik. HiVi yang ikut dalam pementasan memperkenalkan budaya Indonesia juga mengisi soundtrack film ini.

Satu lagi, film ini exclusive karena enggak tayang di bioskop seperti film-film Aditya Gumay sebelumnya. Film ini hanya akan diputar untuk setiap pemesanan 200 tiket dan kapan pun.

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Dok. Google search


Judul Film: 25 HARI DI EROPA
Sutradara: Aditya Gumay
Produser: Adenin Adlan, Dina Mariana
Produser Eksekutif: Aditya Gumay
Produser Lini: Radian Ratulangie
Pimpinan Produksi: Aswin Fabanyo
Penulis Skenario: Aditya Gumay, Adenin Adlan
Pemain: Diza, Ditra, David, Gelar, Salsa, Lady, Yoga, Putri, Diana, Adenin, Vita, Genta, Rah, Richard, Ray, Ingga, Aty Kanser, Ferry Salim, Nungky Kusumastuti, Aswin Fabanyo, dan HiVi!

Facebook: Mits
Instagram: MITS.movie
Twitter: @Mits_team
Website: www.mits.team

Komentar